Konsep Pendidikan

Only Nature Can Nurture Our Innerself Pendidikan yang natural Secara terjemahan umum, natural adalah alamiah. Dalam konteks sekolah, natural kami artikan sebagai kata benda yang berarti suatu kelaziman atau kebiasaan.                                 

 

 

Sebagai kata sifat, natural juga dapat diartikan sebagai dasar atau wajar, misal pada kata natural rights atau hak-hak dasar, natural talent atau bakat dasar. Begitulah makna Natural, yang digunakan sebagai brand Semut–Semut sebagai sekolah yang mempresentasikan alam berwujud kebun sebagai lingkungan terdekat bagi anak, sebagai sarana proses berbagai aktivitas pembelajaran yang mendasar, dimana anak anak akan mencari, mengamati, menemukan, mendiskusikan, menyimpulkan dan menyampaikan berbagai kemampuan, keterampilan dan sikap/perilaku. Natural juga kami artikan sebagai bentuk pemberian stimulus pada anak secara wajar sesuai fitrah dan gradasi perkembangan usia anak yang penuh dengan rasa ingin tahu dan eksplorasi, dengan mencermati perbedaan karakter unik masing-masing anak. Melalui pengertian-pengertian dasar inilah, Yayasan Semut Beriring berupaya  memberikan layanan pendidikan sebagai proses stimulasi kehidupan beserta tata emosi yang patut, multi kecerdasan dan latihan, dengan membuka kelas komunitas bermain, Taman Kanak-Kanak, dan Sekolah Dasar.

Mengapa Alam ?

“Mendidik panca indera anak adalah mengajarinya untuk menggunakan organ organ persepsinya, hinga ia mampu menerima informasi penting dari lingkungan hidupnya, di saat pertumbuhan maksimal dari jiwa dan jasmaninya ..” “Pendidikan penginderaan di alam bersifat menyeluruh, karena kita akan temukan bahwa semuanya, baik bentuk warna, suara, bau seerta rasa, terdapat di alam…” “Pada akhirnya manusia hanya mencontoh yang ada di alam, bahkan sampai ke mekanisme yang paling canggih yang dapat ia ciptakan” Phillipe Vaquette dalam belajar Mencintai Alam.Alam bukan sekedar memberi kegembiraan dan media permainan, tapi juga terkembang menjadi Guru bagi anak dalam menumbuhkan empati dan kasih saying, kelembutan, rasa ingin tahu menciptakan kreatifitas,  mengasah intuisi dan mempertebal Iman.

Mengapa Semut ?

Semut adalah mahluk hidup dengan populasi terpadat di dunia ini,untuk setiap 700 juta semut yang muncul kedunia ini, hanya terdapat 40 kelahiran manusia. Semut merupakan salah satu kelompok yang paling social dalam genus serangga dan hidup sebagai masyarakat yang disebut koloni, yang terorganisasi dengan luar biasa baik. Tatanan organisasi dan spesialisasi mereka begitu maju sehingga dapat dikatakan, bahwa dalam segi ini, semut memiliki peradaban yang mirip dengan peradaban manusia. Meski sangat kecil, semut menjalani hidup mereka secara tertib sempurna.Teknologi, kerja, gotong royong, strategi militer, jaringan komunikasi yang maju, hierarki yang rasional dan cerdik, disiplin, perencanaan kota yang sempurna. dalam bidang – bidang ini, dimana manusia mungkin jarang cukup berhasil, namun semut selalu sukses. Al Quran memberi informasi menarik saat membicarakan tentara Nabi Sulaiman a.s dan menyebut adanya sistem komunikasi yang maju diantara semut (Q.S An-Naml, ayat 18) (Harun Yahya “Keajaiban Semut”) Falsafah Tersebut Kami analogikan sebagai sebuah perjuangan dalam menyelenggarakan layanan pendidikan di Semut-Semut.

Kekayan Indonesia sebagai Pilar Pendidikan

Jumlah Pulau 17.504, terdapat 1.068 suku bangsa, keaneka ragaman Fauna; mamalia 515 species (tertinggi di dunia), kupu-kupu 121 species (tertinggi di dunia), reptile 600 (nomor tiga didunia), burung 1.519 (keempat didunia), amphibi 270 species (kelima ddidunia) dan flora dengan 47.200 jenis. Jumlah bahasa 746 sembilan bahasa daerah 300 gaya tari tradisional dan masih banyak lagi kekayan Indonesia yang harus dikembangkan, setiap siswa dipersiapkan menjadi warga dunia dengan mempertahankan kebudayaan bangsa.

 

JoomShaper