Suasana ceria terasa pagi itu di halaman Playgrup Semut-Semut di Kota Depok. Cahaya mentari menembus rimbun dedaunan. Memberi keterangan yang teduh. Sayup-sayup terdengar suara-suara satwa di atas pohon dan dari Mini Zoo.

Teman-teman kecil tampak gembira berlarian leluasa di halaman yang nyaman dan cukup luas, dipayungi lingkungan pepohonan yang tinggi. Sebagian bermain ayun-ayunan ditemani Bu Guru.

Bahagian area Playgrup menempati sudut utara komplek pendidikan PG-TK- SD Semut the Natural School. Sehingga suasananya tenang, dan jauh dari polusi dan kebisingan lalu lintas. Tanpa ber-AC, suasana teduh dan lingkungan pepohonan menstimulasi fitrah anak untuk bermain sambil bereksplorasi di area sekolah.

SEKILAS PLAYGRUP SEMUT-SEMUT

Playgrup dan Taman Kanak-Kanak Semut-Semut the Natural School merupakan cikal bakal berdirinya sekolah Semut-Semut, yang kini terus berkembang menjadi grup sekolah di bidang pendidikan dasar yaitu PG-TK- SD Semut-Semut the Natural School, serta kini telah ada SMP the Indonesia Natural School.

Awalnya dahulu bernama Komunitas Bermain dan Museum Sentuh Semut-Semut, dilaunching pada hari pendidikan 2 Mei 1999, dan kemudian program pendidikan berlangsung di kediaman Bunda Arfi Destianti, di komplek perumahan Bukit Cengkeh I, Cimanggis, Depok. Kemudian berubah namanya menjadi TK Kebun dan Komunitas Bermain Semut-Semut.

Di lokasi yang sekarang ini, Jl Industri Kapal Dalam no. 25 A, kegiatan belajar mengajar dimulai di tahun 2001, setelah gedung baru PG/TK terbangun oleh Yayasan Semut Beriring.

Jadi boleh dibilang PG Semut-Semut sudah cukup lama ya berdirinya ..

SEKOLAH YANG ALAMI DAN BERAZASKAN ISLAM

Kini ruang belajar atau gedung Playgrup berdiri terpisah dari Taman Kanak-Kanak, dengan area bermain yang leluasa luas dan dipayungi beberapa pohon besar sehingga teduh dan nyaman. Betah bermain seharian pun. Letaknya di arah terdalam sekolah, sehingga udara bersih dari polusi lalu lintas pengantar dan lingkungan, siswa jadi tenang nyaman belajar.

halaman yang leluasa untuk bermain

Sebagian masyarakat mungkin beranggapan atau mengenal PG-TK-SD Semut-Semut sebagai sekolah alam.

Namun, yang lebih tepat adalah sekolah yang alami, alamiah, atau natural. Pendidikan Natural  merupakan cara atau pendekatan proses belajar mengajar yang diperdalamkan di sini.

Yaitu, pendidikan yang memerdekakan anak dan bertumbuh kembang secara alami sesuai dengan potensi minat dan bakatnya. Yaitu, di mana siswa belajar dalam suasana alami di area kebun yang nyaman, dengan pola pengajaran disesuaikan proses tumbuh kembang anak secara natural sesuai fitrahnya, atau alamiah, dan meniadakan atau tanpa dorongan/tekanan yang melebihi taraf kebutuhan perkembangan psikis dan fisiknya.

Misal, untuk siswa Playgrup tidak diberikan materi membaca dan berhitung, namun lebih pada pembentukan sikap, ahlak, dan yang terpenting pembentukan kemandirian siswa, dalam suasana yang menyenangkan.

Begitu pun di jenjang yang lebih tinggi yaitu di Taman Kanak-Kanak, siswa pun dikenalkan tentang huruf dan bilangan angka (mambaca dan berhitung) dengan cara-cara bermain dan menyenangkan.

Playgrup Semut-Semut merupakan sekolah inklusif yang berazaskan Al Islam, sehingga pada siswa diberikan pembelajaran keagamaan Islam, seperti penghapalan doa-doa dan surat Al Quran, ahlak sopan santun, hormat pada orangtua, sikap kebersihan dan kerapihan, dsb sesuai tuntutan Islam. Juga merayakan berbagai hari-hari besar Islam.

BERMAIN, BERSOSIALISASI, DAN BERTUMBUH

Sebagian para orangtua, menyekolahkan ananda di Playgrup dengan harapan yang terdengar sederhana atau simpel, semisal, “Agar ananda ada temannya. Kasihan di rumah sendirian tidak ada teman bermain.”

Tujuan atau harapan orangtua seperti itu bukanlah sesuatu hal yang sederhana.

Sebab, usia lima tahun pertama adalah masa pertumbuhan tercepat pada anak-anak kita. Terutama dalam pertumbuhan IQ dan kepribadiannya. Di masa ini, anak cenderung mempelajari sesuatu secara lebih mendalam.

Dan peran lingkungan sangat berpengaruh. Yaitu, lingkungan pendidikan yang membantu perkembangan anak dan memberinya kebebasan untuk mengembangkan potensi dasar yang dimilikinya seoptimal mungkin.

Dari sudut psikologi perkembangan, anak tumbuh melalui cara yang saling melengkapi. Sebuah faktor yang mempengaruhi satu sisi perkembangannya, akan berpengaruh pada sisi pertumbuhannya yang lain.

Maka, program pendidikan awal pada anak usia pra-sekolah harus difokuskan pada pengayaan pengalaman melalui kegiatan-kegiatan kreatif yang dapat membantu perkembangan anak secara utuh baik fisik, intelegensi, emosi, spiritual, dan sosial.

Pada fase ini, yang terpenting adalah mengembangkan sikap percaya diri, sikap positif terhadap diri sendiri, membantu anak memahami hidup dan aktifitas, menjalin hubungan dengan orang lain/teman/orangtua, serta semangat bekerjasama.

Caranya melalui melatihkan pengembangan kemampuan panca indera anak, meningkatkan kemampuan intelegensi, dan kemampuan berbahasa dan berbicara. Bahasa sangat penting dalam proses berfikir dan bersosialisasi.

Bandingkan dengan ananda yang melewati masa-masa awalnya dengan pergaulan yang terbatas, membuat perkembangan bahasanya lambat. Anak yang tumbuh di tengah keluarga yang (maaf) emosional dan tertutup, akan mengalami kesulitan mengembangkan kemampuan berbahasanya secara alami.

Anak memiliki beberapa kebutuhan dasar: sebagai pribadi yang ingin dihargai, yang punya  kecenderungan sendiri, yang perlu banyak kegiatan-kegiatan yang membantunya mengaktualisasikan diri.

Kebutuhan pengalaman itu diperolehnya melalui dunia bermain, bersama teman, dan para guru yang perhatian. Oleh karena dunia anak adalah dunia bermain, maka di Playgrup Semut-Semut siswa mendapat kesempatan bermain bermakna dalam ruang dan waktu yang cukup memadai.

Lokasinya yang terpisah dengan TK dan SD, membuat aktifitas siswa Playgrup sama sekali bebas atau tidak terganggu oleh kakak-kakaknya. Bahkan siswa Playgrup dapat juga memanfaatkan lahan bermain di area SD, bila diperlukan.

MENGAPA PERLU BERSEKOLAH LEBIH AWAL DI JENJANG PLAYGRUP

Ananda perlu untuk mengenal lingkungan baru di luar keluarga inti. Perlu kesempatan membentuk kepribadian dan kemandirian secara lebih seimbang. Perlu mendapat sentuhan lebih awal untuk membentuk sensori, sehingga terjadi proses tumbuh kembang yang sesuai.

Memberikan pendidikan playgrup bagi ananda, juga menjadi salah satu cara untuk menemukan kelebihan maupun kekurangan (fisik dan psikis) ananda. Sehingga bila mana ditemukan ketertinggalan atau kelambatan dalam beberapa hal pada anak, seperti terlambat jalan, terlambat bicara, keterbatasan dalam fokus, maka dapat dilakukan penanganan secara lebih dini.

Masa emas pertumbuhan ananda (golden age) perlu menjadikan perhatian utama. Karena jika masa tersebut telah lewat, yaitu pada usia 6 tahun ke atas, relatif perkembangan neuron syarafnya telah mapan, sehingga lebih sulit meningkatkan proses tumbuh kembangnya ke arah yang lebih baik.

STIMULUS

Yang selalu diupayakan di sekolah, adalah memberikan stimulasi pada anak sesuai tahap tumbuh-kembangnya yang berlangsung dalam proses  yang menyenangkan.

Ananda akan belajar berinterkasi dengan teman sebaya, sharing atau berbagi tentang hal-hal yang disukainya, bermain dan istirahat makan bersama.

Sekolah berkesan baginya sebagai tempat yang menyenangkan, dan begitulah kelak ia akan suka belajar dan meningkatkan pengalaman belajarnya.

Beragam kegiatan dilakukan agar siswa mendapat berbagai stimulus yang diperlukannya.  Proses pengajaran di mana anak-anak banyak mencari, menemukan, mengamati, mendiskusikan, menyimpulkan, dan menyampaikan berbagai kemampuan, keterampilan, dan sikap/perilaku berkaitan dengan alam lingkungannya:  ini yang kami namakan Natural Process atau proses pengajaran yang natural.

PENTING:  KERJASAMA ORANGTUA DAN SEKOLAH

Salah satu hal terpenting bagi perkembangan optimal siswa, adalah hubungan kerjasama sekolah (guru) dengan para orangtua.

Guru dapat menginformasikan kegiatan anak dan perkembangan anak, serta mendapat dukungan dan feedback dari orangtua untuk perkembangan yang lebih optimal.

home visit , PG Semut-Semut 2019
kegiatan home visit siswa kelas Ulat Kepompong 2019 ke rumah teman. Mendekatkan sekolah dengan ayahbunda siswa

 

Di Playgrup Semut-Semut, terjalin kerjasama antara orang tua dan guru secara baik, sehingga orangtua dapat mengetahui proses pembelajaran di sekolah, serta mendapat laporan kegiatan anak secara berkala.

Dengan catatan atau laporan tersebut, orangtua dapat lebih mencermati tumbuh kembang anak.

PENERIMAAN SISWA BARU DIAWALI SIT- IN  

Masa belajar di jenjang Playgrup berlangsung per-term selama 4 bulan. Dengan begitu, orangtua memiliki fleksibilitas dalam bersekolah bilamana ada keperluan lain.

Dahulu, kesempatan waktu mendaftar pada  bulan Februari, Juni, dan Oktober. Agar siswa dapat serentak bersama memulai program.

Kini, kesempatan itu terbuka setiap saat untuk mendaftar dan masuk dalam program yang berjalan.

Sebagai pendahuluan dan pengenalan, siswa dapat mengikuti serangkaian proses SIT-IN dan konsultasi, untuk lebih mendapatkan pemahaman tentang proses belajar yang akan berlangsung. Pihak sekolah dan orangtua akan lebih saling mengenal, dan membantu dalam penempatan kelas dan program yang sesuai bagi anak.

Saat ini, SIT-IN berjalan dalam waktu seminggu (5 x) pertemuan, dan berbiaya.

SIT-IN atau TRIAL BELAJAR

Menyadari kebutuhan orangtua muda dengan beragam visi tentang pendidikan masa depan yang diidamkan keluarga, sekolah Playgrup Semut-Semut memberikan kesempatan SIT- IN  atau uji coba bagi calon siswa PG.

Silakan orang tua mencatatkan jadwal Sit-In pada bulan waktu yang dipilih, dan mengikutinya prosesnya dengan lengkap.

Sit-In atau uji coba belajar ala PG Semut-Semut berlangsung sepekan (5x pertemuan) dimulai pk. 08.30 hingga pkl. 10.30.

Di hari ke-1 dan ke-2 Sit-In, siswa boleh ditemani oleh orangtua. Namun, hari ke-3 berikutnya diharapkan siswa tak didampingi oleh pengantar/orangtua lagi.

Kegiatan yang diberikan serupa dengan kegiatan keseharian di playgrup, antara lain eksplorasi, kreasi, games-games, dan repling (rute pengenalan lingkungan).

Bila dianggap perlu, dilakukan kesempatan konsultasi orangtua dengan sekolah, untuk lebih mencermati keadaan siswa.

Semut-Semut sebagai sekolah inklusif, di jenjang Playgrup juga ikut memperhatikan kondisi siswa yang membutuhkan penanganan khusus bilamana ada hambatan-hambatan yang dialaminya. Konsultasi dengan piskolog atau terapis dapat dianjurkan bagi siswa yang memiliki kebutuhan khusus atau kelambatan dalam tumbuh kembang.

WAKTU BELAJAR  

Hari Masuk     :  3 kali seminggu, hari berbeda sesuai   pengelompokan usia.

Jam Belajar     :  pk 08.30 s/d pkl. 11.00.

Biaya dll           :  Pada setiap term belajar  (Pandaftaran dan SPP)

Jumlah jam belajar tersebut memadai sesuai kemampuan ananda, serta  memberi kesempatan bagi orangtua yang berinteraksi, mendidik, menteladani, mencermati dan mewarnai proses tumbuh-kembang  ananda.

KELOMPOK BELAJAR DI PLAYGRUP SEMUT-SEMUT  

Ada 3 kelompok belajar berdasarkan usia:

  1. 2,0 tahun s/d 2,5 tahun, disebut kelas Ulat
  2. 2,6 tahun s/d 3,2 tahun, disebut kelas Kepompong
  3. 3,3 tahun s/d 4,0 tahun, disebut kelas Kupu-Kupu

Sebutan yang serupa proses metamorfisis Kupu-Kupu, dari ulat menjadi kepompong seterus menjadi Kupu-Kupu sempurna.

Untuk periode Juli-Oktober tahun 2019 ini, tercatat ada 34 siswa, dengan kelas Kupu-kupu 18 siswa, kelas Kepompong 15 siswa, dan kelas Ulat 1 siswa.

PROSES PEMBELAJARAN

Sebagai panduan belajar-mengajar, maka di awal bulan orangtua mendapatkan Parent Letter, sepucuk surat yang berisikan rencana tema-tema pembelajaran untuk masa sebulan berjalan.

Tema pembelajaran yang menyenangkan bagi anak, antara lain: My Body, My  Home My Family, Animals, dan sebagainya.

Untuk mencatat kegiatan dan perkembangan siswa, diberikan Buku Komunikasi per minggu. Dan diakhir program per-empat bulanan, diberikan Laporan Perkembangan dalam bentuk buku Raport.

Memahami ananda perlu lingkungan belajar yang kreatif untuk memberikan pengalaman belajar yang sesuai karakter anak dan mengoptimalkan tumbuh-kembangnya dan karakter anak, maka disusun beragam kegiatan yang bermakna.

MODEL PEMBELAJARAN

Sebagai sekolah dengan motto pendidikan natural, maka pendekatan yang dilakukan adalah agar proses pembelajaran di usia dini memenuhi kebutuhan tumbuh-kembang anak secara alamiah.

Kegiatannya berdasarkan tema-tema atau konten pembelajaran, dengan dikemas keseluruhan dalam bentuk permainan atau bermain bermakna. Materi dan kegiatannya disusun semenarik mungkin, mengakomodasi semua kebutuhan anak-anak yang berbeda, di lakukan secara natural atau mengakomodasi keseluruhan pengembangan karakter anak.

  1. Eksplorasi dan Observasi

Pagi hari dibuka dengan circle time, dimaksudkan untk membangun kesiapan belajar anak, dengan bernyanyi, berdoa, morning talk. Tujuannya agar anak siap belajar atau berada dalam zona Alpha.

Dilanjutkan dengan Kegiatan Inti, berupa Eksplorasi dan Observasi. Seperti: menanam pohon (eksplorasi), ke kandang hewan dan memberi makan – kura-kura, atau burung yang disebut sebagai Repling (rute pengenalan lingkungan).

bermain dengan burung jinak, bersama kakak dari Depok Free Fly

 

pengalaman sensori memberi rangsangan bagi perkembangan kecerdasan anak

Siswa mencari, menemukan, mengamati, mendiskusikan, menyimpulkan, dan menyampaikan berbagai kemampuan, keterampilan, dan sikap / perilaku yang berkaitan dengan topik eksplorasi dan observasi.

Setelah itu siswa akan merefleksikan kesannya selama belajar (Asosiasi), dan dilanjutkan dengan istirahat (snack-time) dan bermain bebas (free play).

ini siswa PG, usai bermain dengan kakak-kakak pecinta burung dari Depok Free Fly

 

PG Semut-Semut
anak belajar mengenali lingkungan, dengan bermain mobil-mobilan memungut sampah daun

 

  1. KREASI (ART)

Dilanjutkan dengan membuat berbagai karya atau Art. Di sini siswa mengasah motorik halusnya dengan mengerjakan berbagai bentuk kriya atau art.

  1. PENUTUP

Siswa memberikan refleksi pengalamannya belajar seharian. Dan ditutup dengan melantunkan hapalan doa. Misalnya, doa mau belajar, doa makan, pergi ke kamar mandi, doa jelang tidur, dsb, serta sejumlah hafalan Al-Quran seperti surat al- Fatihah, al-Ikhlas, al-Falakh, al-Ashr, an-Nas, dll.

refleksi sebelum pulang, di Playgrup Semut-Semut di kota Depok

PEMBEDA ATAU KEUNIKAN PLAYGRUP SEMUT-SEMUT

Setiap sekolah (playgrup juga) tentu berbeda dengan sekolah lain.

Sebagai sekolah dengan pembelajaran natural, salah satu pembeda Playgrup Semut-Semut adalah melakukan pembiasaan kemandirian bagi anak, dan mendorong anak suka bersekolah, serta happy saat belajar di bawah keteduhan kebun.

Hal ini dapat berlangsung dengan baik karena tim guru yang peduli pada siswa, dan mengakomodasi berbagai gaya belajar anak.

Anak bermain sembari belajar, melakukan permainan-permainan yang bermakna untuk mengisi tumbuh kembang mereka.

Di Playgrup Semut-Semut, yang kelas-kelas langsung berhadapan dengan halaman, maka pola moving class berjalan secara fleksibel. Guru dengan leluasa menggerakkan siswa berpindah dari kelas ke halaman (luar kelas) dan bermain di halaman yang cukup luas dan rindang.

Suasana kebun yang asri dan nyaman, sangat mendukung proses belajar mengajar ananda.  Dengan mendekatkan anak terhadap lingkungan, siswa Playgrup Semut-Semut terbiasa dengan berbagai satwa seperti cacing, ulat bulu, ayam, burung, kura-kura, dan hewan peliharaan lainnya, serta dengan beragam tanaman yang bermanfaat.

Anak serasa benar-benar di alam terbuka, dan bebas berkeliaran bermain ke sana kemari.

Tim guru berusaha memberi pelukan yang hangat dan perlakukan yang ramah kepada anak-anak, sehingga siswa merasa lebih disambut di sekolah, dan diperhatikan lebih detail keperluannya serta kebutuhan tumbuh kembangnya. Guru yang ramah membuat siswa nyaman berinteraksi dan berkegiatan dengan para guru.

Kemandirian siswa menjadi salah satu fokus utama pengembangan diri anak. Di berbagai kegiatan, sekolah selalu mendorong tumbuhnya kemandirian dan rasa percaya diri pada anak. Sehingga, dalam berbagai kegiatan, umumnya para orangtua tidak diikut-sertakan. Misal, outing ke toko tanaman Trubus, atau membuat pizza di toko Domino Pizza.

“Siswa menjadi lebih mandiri, lebih mudah bersikap sopan santun (maaf, permisi, terima kasih, salam), dan hapalan doa-doanya pun jadi meningkat,” jelas Bu Ria, Koordinator Playgrup Semut-Semut.

Tim Guru Playgrup

PG Semut-Semut
Ini dia tim guru PG Semut-Semut, 2019. Depan ki-ka: Iis Yanti, Dini Hendryana Ekasari, Dwiyana Puspitaria Kurniasih.  Belakang ki-ka: Anita Sri Hardian, Diah Savitri

Di tahun ajaran 2019/2020 ini, kelas-kelas Playgrup digawangi oleh 5 orang guru.

Ibu Ria sebagai koordinator tim Playgrup Semut-Semut. (IM)

 

× Chat